tagtag.com/yaasiin
11.Innamaa tundziru manit taba'adz dzikra wa khasyiyar rahmaana bil ghaibi fa basysyirhu bi maghfiratiw wa ajrin kariim.
11.Sesungguhnya engkau hanya memperingatkan
orang-orang yang mengikuti pengajaran dan
yang takut kepada Yang Maha Pengasih
walaupun dia tidak melihatnya. Maka
gembirakanlah mereka dengan ampunan dan
pahala yang mulia.
12.Innaa nahnu nuhyil mautaa wa naktubu maa qaddamuu wa aatsaarahum wa kulla syai-in ahshainaahu fii imaamim mubiin.
12.Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-
orang
yang mati dan Kami tuliskan apa yang telah
mereka kerjakan dan bekas-bekas mereka. Dan
segala sesuatu Kami menghitungnya dalam Kitab
yang terang (Lauh Mahfuzh).
13.Wadh rib lahum matsalan ash-haabal qaryati idz jaa-ahal mursaluun.
13.Dan buatkanlah perumpamaan untuk mereka (kisah)
penduduk suatu negeri, ketika datang utusan-utusan mereka,
14.Idz arsalnaa ilaihimuts naini fa kadzdzabuuhumaa fa 'azzaznaa bi tsaalitsin fa qaaluu innaa ilaikum mursaluun.
14.(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua
orang, lalu mereka mendustakan keduanya, maka
Kami perkuat dengan (utusan) ketiga dan berkata,
Sesungguhnya kami ini adalah orang-orang yang
diutus kepada kamu.
15.Qaaluu maa antum illaa basyarum mitslunaa wa maa anzalar rahmaanu min syai-in in antum illaa takdzibuun.
15.Mereka (penduduk negeri) berkata, Kamu tidak
lain hanyalah manusia seperti kami,
dan Yang
Maha Pengasih tidak menurunkan barang sesuatu
(wahyu) apa pun. Kamu tidak lain hanyalah berdusta.
16.Qaaluu rabbunaa ya'lamu innaa ilaikum la mursaluun.
16.Mereka (utusan-
utusan) berkata, Tuhan kami
mengetahui, sungguh kami adalah orang-orang
yang diutus kepada kamu.
17.Wa maa 'alainaa illal balaaghul mubiin.
17.Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah
menyampaikan (perintah Allah) dengan terang.
18.Qaaluu innaa tathayyarnaa bikum la-illam tantahuu la narjumannakum wa layamassannakum minnaa 'adzaabun aliim.
18.Mereka (penduduk negeri) berkata, Sesungguhnya
kami bernasib malang karena kamu. Sungguh jika
tidak kamu hentikan, niscaya kami akan
melempari kamu, dan niscaya kamu akan merasakan
siksaan yang pedih dari kami.
19.Qaaluu thaa-
irukum ma'akum a in dzukkirtum bal antum qaumum musrifuun.
19.Mereka (utusan-
utusan) berkata, Kemalangan
kamu itu menyertai kamu, apakah jika diberi
peringatan (kamu bernasib malang)? Bahkan kamu
adalah kaum yang melampaui batas.
20.Wa jaa-a min aqshal madiinati rajuluy yas'aa qaala yaa qaumit tabi'ul mursaliin.
20.Dan datanglah dengan tergesa-gesa seorang laki-laki dari ujung kota, dia berkata, Hai kaumku,
ikutilah utusan-
utusan itu,
Home Site Map my.TagTag
Terms of Use
TagTag.com