tagtag.com/qasas

11.Wa qaalat li ukhtihii qushshiihi fa bashurat bihii 'an junubiw wa hum laa yasy'uruun.
11.Dan dia berkata kepada saudara perempuannya,
Ikutilah dia. Maka dia melihat Musa dari jauh,
sedang mereka tiada menyadari.
12.Wa harramnaa 'alaihil maraadhi'a min qablu fa qaalat hal adullukum 'alaa ahli baitiy yakfuluunahuu lakum wa hum lahuu naashihuun.
12.Dan Kami mencegahnya terhadap perempuan-perempuan
yang akan menyusukannya sebelum itu, dan
berkatalah saudaranya, Maukah aku tunjukkan
kepadamu ahli- rumah yang akan mengasuhnya untuk
kamu, sedang mereka adalah orang- orang yang
berlaku baik padanya?
13.Fa radadnaahu ilaa ummihii kai taqarra 'ainuhaa wa laa tahzana wa li ta'lama anna wa'dallaahi haqquw walaakinna aktsarahum laa ya'lamuun.
13.Maka Kami mengembalikannya kepada ibunya supaya
senang hatinya dan tidak bersedih, dan supaya
dia mengetahui bahwa sesungguhnya janji Allah
itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
14.Wa lammaa balagha asyuddahuu was tawaa aatainaahu hukmaw wa 'ilmaw wa ka dzaalika najzil muhsiniin.
14.Dan setelah cukup umurnya dan sempurna akalnya,
Kami menganugerahkan kepadanya hikmah dan ilmu.
Dan demikianlah Kami memberikan balasan kepada
orang-orang yang berbuat kebaikan.
15.Wa dakhalal madiinata 'alaa hiini ghaflatim min ahlihaa fa wajada fiihaa rajulaini yaqtatilaani haadzaa min syii'atihii wa haadzaa min 'aduwwihii fas taghaatsahul ladzii min syii'atihii 'alal ladzii min 'aduwwihii fa wakazahuu muusaa fa qadhaa 'alaihi qaala haadzaa min 'amalisy syaithaani innahuu 'aduwwum mudhillum mubiin.
15.Dan dia masuk ke kota (Mesir) ketika penduduknya
sedang lengah, dan dia mendapati padanya dua
laki-laki berkelahi. Yang seorang dari golongannya
(Bani Israil) dan yang seorang lagi dari golongan
musuhnya (Qibthi). Maka yang dari golongannya itu
meminta pertolongannya melawan orang yang dari
golongan musuhnya, lalu Musa meninjunya maka orang
itu mati. Musa berkata, Ini adalah dari perbuatan
setan. Sesungguhnya setan adalah musuh yang terang menyesatkan.
16.Qaala rabbi innii zhalamtu nafsii fagh fir lii fa ghafara lahuu innahuu huwal ghafuurur rahiim.
16.Dia berkata, Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah
menganiaya diriku, maka ampunilah aku.
Maka Allah mengampuninya. Sesungguhnya Dialah
yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
17.Qaala rabbi bi maa an'amta 'alayya fa lan akuuna zhahiiral lil mujrimiin.
17.Musa berkata, Ya Tuhanku, dengan apa- apa yang
telah Engkau anugerahkan kepadaku, maka tiadalah
aku menjadi penolong bagi orang- orang yang berdosa.
18.Fa ashbaha fil madiinati khaa-ifay yataraqqabu fa idzal ladzis tansharahuu bil amsi yastashrikhuhuu qaala lahuu muusaa innaka la ghawiyyum mubiin.
18.Maka jadilah dia di dalam kota dalam ketakutan
seraya menunggu- nunggu, maka tiba- tiba orang yang
meminta pertolongan kemarin berteriak (meminta
pertolongan) kepada Musa. Musa berkata kepadanya,
Sesungguhnya engkau pengacau yang nyata.
19.Fa lammaa an araada ay yabthisya bil ladzii huwa 'aduwwul lahumaa qaala yaa muusaa a turiidu an taqtulanii ka maa qatalta nafsan bil amsi in turiidu illaa an takuuna jabbaaran fil ardhi wa maa turiidu an takuuna minal mushlihiin.
19.Maka tatkala Musa hendak memegang orang yang
menjadi musuh mereka berdua itu, orang itu berkata,
Hai Musa, apakah engkau hendak membunuhku
sebagaimana engkau telah membunuh satu jiwa kemarin?
Engkau tidak menghendaki melainkan hendak menjadi
orang yang sewenang-wenang di negeri ini,
dan engkau tidak menghendaki menjadi orang yang
berbuat perdamaian.
20.Wa jaa-a rajulum min aqshal madiinati yas'aa qaala yaa muusaa innal mala-a ya'tamiruuna bika li yaqtuluuka fakh ruj innii laka minan naashihiin.
20.Dan datanglah dengan berjalan cepat seorang
laki-laki dari ujung kota, seraya berkata,
Hai Musa, sesungguhnya pembesar-pembesar itu
berunding tentang engkau untuk membunuhmu,
maka keluarlah (dari sini), sesungguhnya aku
adalah termasuk memberi nasihat kepadamu.


Home Site Map my.TagTag

Terms of Use
TagTag.com