Free Games and Applications

tagtag.com/nisa

1. Yaa ayyuhan naasut taquu rabbakumul ladzii khalaqakum min nafsiw waahidatiw wa khalaqa minhaa zaujahaa wa batstsa minhumaa rijaalan katsiiraw wa nisaa- aw wat taqullaahal ladzii tasaa-aluuna bihii wal arhaama innallaaha kaana 'alaikum raqiibaa.
1. Hai sekalian manusia, bertaqwalah kamu kepada
Tuhanmu yang telah menciptakan kamu daripada
satu diri, dan daripadanya Allah menciptakan
pasangannya, dan memperkembangbiakkan dari
keduanya lelaki dan perempuan yang banyak,
dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu
saling meminta dengan (menyebut nama)Nya,
dan (peliharalah hubungan) keluarga.
Sesungguhnya Allah adalah sangat
memperhatikan kamu.
2. Wa aatul yataamaa amwaalahum wa laa tatabaddalul khabiitsa bith thayyibi wa laa ta'kuluu amwaalahum ilaa amwaalikum innahuu kaana huuban kabiiraa.
2. Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang
sudah balig/dewasa) harta- harta mereka, dan
janganlah kamu menukar yang baik dengan
yang buruk dan janganlah kamu memakan
harta mereka (dengan mencampuradukkan)
dengan hartamu, sesungguhnya yang demikian
itu adalah suatu dosa yang besar.
3. Wa in khiftum allaa tuqsithuu fil yataamaa fan kihuu maa thaaba lakum minan nisaa-i matsnaa wa tsulaatsa wa rubaa'a fa in khiftum allaa ta'diluu fa waahidatan au maa malakat aimaanukum dzaalika adnaa allaa ta'uuluu.
3. Dan jika kamu takut tidak dapat berlaku adil
terhadap (hak- hak) perempuan yang yatim (bila
kamu mengawininya), maka kawinilah perempuan- perempuan (lain) yang kamu sukai, dua, tiga
atau empat, tetapi jika kamu takut tidak akan
dapat berlaku adil, maka seorang saja, atau
budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian
itu lebih dekat supaya kamu tidak berlaku aniaya.
4. Wa aatun nisaa-a shaduqaatihinna nihlatan fa in thibna lakum 'an syai-im minhu nafsan fa kuluuhu hanii-am marii-aa.
4. Dan berikanlah kepada perempuan- perempuan itu
(yang kamu kawini) mas kawinnya sebagai satu
pemberian yang wajib. Tetapi jika mereka
berikan kepada kamu sebagian (mas kawin) itu
dengan senang hati maka makanlah dengan baik
lagi senang.
5. Wa laa tu'tus sufahaa-a amwaalakumul latii ja'alallaahu lakum qiyaamaw war zuquuhum fiihaa wak suuhum wa quuluu lahum qaulam ma'ruufaa.
5. Dan janganlah kamu serahkan kepada mereka yang
safih (belum mampu mengendalikan) harta-harta
(mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang
Allah jadikan kamu sebagai pengurus harta
itu, dan berilah mereka belanja dan pakaian
dari padanya, dan berkatalah kepada mereka
dengan kata-kata yang pantas.
6. Wab talul yataamaa hattaa idza balaghun nikaaha fa in aanastum minhum rusydan fad fa'uu ilaihim amwaalahum wa laa ta'kuluuhaa israafaw wa bidaaran ay yakbaruu wa man kaana ghaniyyan fal yasta'fif wa man kaana faqiiran fal ya'kul bil ma'ruufi fa idzaa dafa'tum ilaihim amwaalahum fa asyhiduu 'alaihim wa kafaa billaahi hasiibaa.
6. Dan ujilah anak-anak yatim itu sampai mereka
cukup umur untuk kawin, maka bila engkau
ketahui di antara mereka telah cerdik
(mengurus harta mereka) maka serahkanlah
kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah
kamu memakannya secara berlebih- lebihan dan
(jangan) tergesa- gesa menyerahkan harta
sebelum mereka dewasa. Dan barangsiapa (di
antara pemeliharaan itu) kaya, maka
hendaklah dia menahan diri; dan barangsiapa
fakir, maka dia boleh makan harta itu
menurut yang patut. Kemudian bila kamu
menyerahkan harta itu kepada mereka, maka
adakanlah saksi- saksi atas mereka. Dan
cukuplah Allah sebagai pengawas.
7. Lir rijaali nasiibum mim maa tarakal waalidaani wal aqrabuuna wa lin nisaa-i nashiibum mim maa tarakal waalidaani wal aqrabuuna mim maa qalla minhu au katsura nashiibam mafruudhaa.
7. Bagi lelaki ada hak bagian dari harta
peninggalan kedua ibu bapak dan kaum
kerabat; dan bagi perempuan ada (pula) hak
bagian dari harta peninggalan kedua ibu
bapak dan kaum kerabat, baik sedikit atau
banyak daripadanya, sebagai bagian yang
telah ditetapkan.
8. Wa idzaa hadharal qismata ulul qurbaa wal yataamaa wal masaakiinu far zuquuhum minhu wa quulu lahum qaulam ma'ruufaa.
8. Dan apabila (waktu) pembagian harta itu
hadir sanak kerabat, anak-anak yatim dan
orang-orang miskin, maka berilah mereka
dari harta peninggalan itu (sekedarnya)
dan ucapkanlah kepada mereka perkataan
yang pantas.
9. Wal yakhsyal ladziina lau tarakuu min khalfihim dzurriyyatan dhi'aafan khaafuu 'alaihim fal yattaqullaaha wal yaquuluu qaulan sadiidaa.
9. Dan hendaklah takut kepada Allah orang- orang yang sekiranya meninggalkan anak- anak yang lemah- lemah di belakang mereka
yang mereka khawatir terhadap
(kesejahteraan) mereka, maka hendaklah
mereka bertaqwa kepada Allah dan
hendaklah mereka mengucapkan perkataan
yang benar.
10.Innal ladziina ya'kuluuna amwaalal yataamaa zhulman innamaa ya'kuluuna fii buthuunihim naaraw wa sa yashlauna sa'iiraa.
10.Sesungguhnya orang-orang yang memakan
harta anak yatim secara aniaya,
sebenarnya yang mereka makan dalam perut
mereka adalah api, dan mereka akan masuk
ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).


Home Site Map my.TagTag

Terms of Use
TagTag.com