Start your FREE mobile page!

tagtag.com/nisa

11.Yuushiikumullaahu fi aulaadikum lidz dzakari mitslu hazhzhil untsayaini fa in kunna nisaa-an fauqats nataini fa lahunna tsulutsaa maa taraka wa in kaanat waahidatan fa lahan nishfu wa li abawaihi li kulli waahidim min humas sudusu mim maa taraka in kaana lahuu waladun fa il lam yakul lahuu waladuw wa waritsahuu abawaahu fa li ummihits tsulutsu fa in kaana lahuu ikhwatun fa li ummihis sudusu mim ba'di washiyyatiy yuushii bihaa au dainin aabaa-ukum wa abnaa-ukum laa tadruuna ayyuhum aqrabu lakum naf'an fariidhatam minallaahi innallaaha kaana 'aliiman hakiimaa.
11.Allah mewasiatkan kepadamu (tentang
pembagian pusaka) pada anak- anakmu, bagi
seorang anak lelaki sama dengan bagian
dua orang anak perempuan; maka apabila
anak itu semuanya perempuan lebih dari
dua, maka bagi mereka dua pertiga dari
harta peninggalan.
Jika anak perempuan itu seorang saja,
maka baginya seperdua (dari harta pusaka).
Dan bagi kedua ibu bapak, masing- masing
seperenam dari harta peninggalan jika
yang meninggal itu mempunyai anak, maka
jika dia tidak mempunyai anak dan pewarisnya
(hanya) kedua ibu bapak, maka untuk ibunya
mendapat sepertiga; maka jika yang meninggal
itu mempunyai beberapa saudara, maka bagi
ibunya seperenam sesudah dipenuhi wasiat
yang diwasiatkannya atau (sesudah dibayar)
hutangnya. (Tentang) ayah- ayahmu dan anak- anakmu, kamu tidak mengetahui siapa yang
lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu.
(Ini) adalah ketetapan dari Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi
Maha Bijaksana.
12.Wa lakum nishfu maa taraka azwaajukum il lam yakul lahunnaa waladun fa in kaana lahunna waladun fa lakumur rubu'u mim maa tarakna mim ba'di washiyyatiy yuushiina bihaa au dainiw wa lahunnar rubu'u mim maa taraktum il lam yakul lakum waladun fa in kaana lakum waladun fa lahunnats tsumunu mim maa taraktum mim ba'di washiyyatin tuushuuna bihaa au dainiw wa in kaana rajuluy yuuratsu kalaalatan awim ra- atuw wa lahuu akhun au ukhtun fa li kulli waahidim minhumas sudusu fa in kaanuu aktsara min dzaalika fa hum syurakaa-u fits tsulutsi mim ba'di washiyyatiy yuushaa bihaa au dainin ghaira mudhaarriw washiyyatam minallaahi wallaahu 'aliimun haliim.
12.Dan bagimu seperdua dari peninggalan
(harta) isteri- isterimu jika mereka tidak
mempunyai anak; jika mereka mempunyai anak
maka bagimu seperempat dari harta peninggalannya
sesudah dipenuhi segala wasiat yang
diwasiatkan atau (sesudah dibayar)
hutangnya. Dan bagi mereka (isteri-isterimu) seperempat dari harta
peninggalanmu jika kamu tidak mempunyai
anak, dan jika kamu mempunyai anak, maka
bagi mereka itu seperdelapan dari harta
peninggalanmu sesudah dipenuhi segala
wasiat yang kamu wasiatkan atau (sesudah
dibayar) hutangmu. Dan jika seseorang
lelaki atau perempuan mati dalam keadaan
kalalah (tidak mempunyai anak dan tidak
meninggalkan ayah), tetapi mempunyai
saudara lelaki (seibu) atau seorang
saudara perempuan (seibu), maka bagi
masing-masing kedua saudara itu seperenam.
Maka jika saudara-saudara seibu itu lebih
dari seorang, maka mereka bersekutu dalam
yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi
wasiat yang diwasiatkan olehnya atau
(sesudah dibayar) hutangnya dengan tidak
memberi mudarat (bagi ahli waris) sebagai
wasiat dari Allah; sedang Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Penyantun.
13.Tilka huduudullaahi wa may yuthi'illaaha wa rasuulahuu yudkhilhu jannaatin tajrii min tahtihal anhaaru khaalidiina fiihaa wa dzaalikal fauzul 'azhiim.
13.Itulah batas- batas (hukum) Allah;
dan barangsiapa taat kepada Allah dan
Rasul-Nya, niscaya Allah akan memasukkan
mereka ke dalam surga yang mengalir
sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal
di dalamnya, dan itulah kejayaan yang besar.  

14.Wa may ya'shillaaha wa rasuulahuu wa yata'adda huduudahuu yudkhilhu naaran khaalidan fiihaa wa lahuu 'adzaabum muhiin.
14.Dan barangsiapa durhaka kepada Allah dan
Rasul-Nya dan melanggar batas- batasnya
(hukum) Allah, niscaya Allah akan
memasukkannya ke dalam neraka, kekal
di dalamnya dan baginya azab yang menghinakan.
15.Wal laatii ya'tiinal faahisyata min nisaa-ikum fas tasyhiduu 'alaihinna arba'atam minkum fa in syahiduu fa amsikuuhunna fil buyuuti hattaa yatawaffaahunnal mautu au yaj'alallaahu lahunna sabiilaa.
15.Dan (terhadap) perempuan-perempuan yang
berbuat keji di antara perempuan- perempuan kamu, maka datangkanlah empat
orang saksi di antara kamu atas mereka.
Maka jika mereka telah memberikan
persaksian, maka tahanlah mereka dalam
rumah sampai mereka menemui ajalnya atau
sampai Allah memberi jalan lain baginya.
16.Wal ladzaani ya'tiyaanihaa minkum fa aadzuuhumaa fa in taabaa wa ashlahaa fa a'ridhuu 'an humaa innallaaha kaana tawwaabar rahiimaa.
16.Dan terhadap dua orang yang melakukan
perbuatan keji di antara kamu maka
hukumlah keduanya, maka jika keduanya
taubat dan memperbaiki diri maka
biarkanlah mereka.
Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat
lagi Maha Penyayang.
17.Innamat taubatu 'alallaahi lil ladziina ya'maluunas suu-a bi jahaalatin tsumma yatuubuuna min qariibin fa ulaa- ika yatuubullaahu 'alaihim wa kaanallaahu 'aliiman hakiimaa.
17.Sesungguhnya taubat di sisi Allah,
hanyalah taubat bagi orang-orang yang
berbuat kejahatan karena kebodohannya,
kemudian mereka taubat dengan segera.
Maka mereka itulah yang diterima
taubatnya oleh Allah; dan adalah Allah
Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
18.Wa laisatit taubatu lil ladziina ya'maluunas sayyi- aati hattaa idzaa hadhara ahadahumul mautu qaala innii tubtul aana wa lal ladziina yamuutuuna wa hum kuffaarun ulaa-ika a'tadnaa lahum 'adzaaban aliimaa.
18.Dan tidak akan diterima taubat dari
orang-orang yang berbuat kejahatan
hingga ajal mendatangi salah seorang
dari antara mereka, lalu dia berkata,
Sesungguhnya aku taubat sekarang.
Dan tidaklah (pula akan diterima taubat)
orang-orang yang mati sedang mereka itu
dalam kekafiran. Bagi mereka Kami
sediakan azab yang pedih.
19.Yaa ayyuhal ladziina aamanuu laa yahillu lakum an taritsun nisaa-a karhaw wa laa ta'dhuluuhunna li tadz-habuu bi ba'dhi maa aataitumuuhunna illaa ay ya'tiina bi faahisyatim mubayyinatiw wa 'aasyiruuhunna bil ma'ruufi fa in karihtumuuhunna fa 'asaa an takrahuu syai-aw wa yaj'alallaahu fiihi khairan katsiiraa.
19.Hai orang-orang yang beriman,
tidak halal bagi kamu mempusakai
perempuan- perempuan dengan paksa,
dan janganlah kamu menyusahkan mereka
karena hendak mengambil kembali
sebagian dari apa yang telah kamu
berikan kepadanya kecuali jika mereka
melakukan perbuatan keji yang nyata.
Dan pergaulilah mereka (isteri- isterimu)
secara baik. Maka jika kamu membenci
mereka (maka bersabarlah), barangkali
kamu karena membenci sesuatu padahal
Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.
20.Wa in arattumus tibdaala zaujim makaana zaujiw wa aataitum ihdaahunna qinthaaran fa laa ta'khudzuu minhu syai-an ata'khudzuunahuu buhtaanaw wa itsmam mubiinaa.
20.Dan jika kamu ingin mengganti isterimu
dengan isteri yang lain, padahal kamu
telah memberikan kepada seseorang di
antara mereka sejumlah harta (mahar),
maka janganlah kamu mengambil kembali
dari padanya sedikit pun. Adakah (patut)
kamu mengambil kembali (pemberian itu)
dengan cara tuduhan palsu dan dosa
yang terang?


Home Site Map my.TagTag

Terms of Use
TagTag.com