tagtag.com/imraan
1. Alif laam miim.
1. Alif laam miim (Allah yang lebih mengetahui
maksudnya).
2. Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum.
2. Allah, tiada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup
lagi Berdiri Sendiri.
3. Nazzala 'alaikal kitaaba bil haqqi mushaddiqal li maa baina yadaihi wa anzalat tauraata wal injiil.
3. Dia menurunkan Kitab (Al Quran) kepadamu
(Muhammad) dengan sebenarnya, membenarkan
kitab yang diturunkan sebelumnya, dan
menurunkan Taurat dan Injil,
4. Min qablu hudal lin naasi wa anzalal furqaana innal ladziina kafaruu bi aayaatillaahi lahum 'adzaabun syadiidun wallaahu 'aziizun dzun tiqaam.
4. sebelumnya (Al Quran); menjadi petunjuk
untuk manusia dan Dia menurunkan Al Furqan
(Pembeda antara yang benar dan yang salah).
Sesungguhnya orang-orang yang ingkar
terhadap ayat-
ayat Allah, bagi mereka azab
yang berat. Dan Allah Maha Perkasa lagi
mempunyai pembalasan (siksa).
5. Innallaaha laa yakhfaa 'alaihi syai-
un fil ardhi wa laa fis samaa'.
5. Sesungguhnya Allah tidak ada yang tersembunyi
bagi-Nya barang sesuatu pun di bumi dan di langit.
6. Huwal ladzii yushawwirukum fil arhaami kaifa yasyaa-
u laa ilaaha illaa huwal 'aziizul hakiim.
6. Dialah Yang membentuk kamu dalam rahim-rahim
sebagaimana yang Dia kehendaki.
Tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana.
7. Huwal laadzii anzala 'alaikal kitaaba minhu aayaatum muhkamaatun hunna ummul kitaabi wa ukharu mutasyaabihaatun fa ammal ladziina fii quluubihim zaighun fa yattabi'uuna maa tasyaabaha minhub tighaa-al fitnati wab tighaa-a ta'wiilihii wa maa ya'lamu ta'wiilahuu
illallaahu war raasikhuuna fil 'ilmi yaquuluuna aamannaa bihii kullum min 'indi rabbinaa wa maa yadzdzakkaru illaa ulul albaab.
7. Dialah yang menurunkan Kitab (Al Quran)
kepadamu; di antaranya ada ayat-
ayat
yang muhkamat (terang maknanya), itulah
ibu (pokok) Kitab; dan yang lain
mutasyabihat (tidak terang maknanya).
Maka adapun orang-orang yang hatinya
cenderung pada kesesatan, maka mereka
mengikuti ayat-
ayat yang mutasyabihat
untuk menimbulkan fitnah dan mencari-cari takwilnya (menurut kemauannya),
padahal tidak ada yang mengetahui
takwilnya kecuali Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata,
Kami beriman dengannya (kepada ayat-ayat yang mutasyabihat); semuanya itu
dari sisi Tuhan kami. Dan tidak dapat
mengambil pelajaran melainkan orang-orang yang mempunyai pikiran.
8. Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaitanaa wa hab lanaa mil ladunka rahmatan innaka antal wahhaab.
8. (Mereka berdoa), Ya Tuhan kami janganlah
Engkau sesatkan hati kami sesudah
Engkau memberi petunjuk kepada kami,
dan berilah kami rahmat dari sisi
Engkau, karena sesungguhnya Engkaulah
Maha Pemberi (karunia).
9. Rabbanaa innaka jaami'un naasi li yaumil laa raiba fiihi innallaaha laa yukhliful mii'aad.
9. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau
mengumpulkan manusia pada hari yang
tidak ada keraguan padanya.
Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.
10.Innal ladziina kafaruu lan tughniya 'anhum amwaaluhum wa laa aulaaduhum minallaahi syai-aw wa ulaa-ika hum waquudun naar.
10.Sesungguhnya orang-orang yang kafir,
harta dan anak-
anaknya tidak akan dapat
menolong mereka daripada (siksa) Allah
sedikit pun juga. Dan mereka itu
(menjadi) bahan bakar api neraka.
Home Site Map my.TagTag
Terms of Use
TagTag.com