tagtag.com/baqarah
11.Wa idzaa qiila lahum laa tufsiduu fil ardhi qaaluu innamaa nahnu mushlihuun.
11.Dan apabila dikatakan kepada mereka,
Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi,
mereka berkata, Sesungguhnya kami adalah
orang-orang yang berbuat kebaikan.
12.Alaa innahum humul mufsiduuna wa laakil laa yasy'uruun.
12.Ingatlah, bahwa sesungguhnya mereka itulah
orang-orang yang merusak,
akan tetapi mereka tidak sadar.
13.Wa idzaa qiila lahum aaminuu kamaa aamanan naasu qaaluu anu'minu kamaa aamanas sufahaa-u alaa innahum humus sufahaa-u walaakil laa ya'lamuun.
13.Dan apabila dikatakan kepada mereka,
Berimanlah kamu sebagaimana orang-
orang lain telah
beriman, mereka menjawab, Apakah kami akan beriman
sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?
Ingatlah sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang
bodoh akan tetapi mereka tidak mengetahui.
14.Wa idzaa laqul ladziina aamanuu qaaluu aamannaa wa idzaa khalau ilaa syayaathiinihim qaaluu innaa ma'akum innamaa nahnu mustahzi-uun.
14.Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang
beriman, mereka mengatakan, Kami telah beriman.
Dan apabila mereka kembali kepada setan-setan mereka,
mereka mengatakan, Sesungguhnya kami bersama kamu,
kami hanyalah orang yang memperolok-olokkan.
15.Allaahu yastahzi-
u bihim wa yamudduhum fii thughyaanihim ya'mahuun.
15.Allah memperolok-
olokkan mereka dan membiarkan
mereka terombang-
ambing dalam kesesatan.
16.Ulaa-ikal ladziinasy tarawudh dhalaalata bil hudaa fa maa rabihat tijaaratuhum wa maa kaanuu muhtadiin.
16.Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan
petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka,
dan tiadalah mereka memperoleh petunjuk.
17.Matsaluhum ka matsalil ladzis tauqada naaran fa lammaa adhaa-at maa haulahuu dzahaballaahu bi nuurihim wa tarakahum fii zhulumaatil laa yubshiruun.
17.Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang
menyalakan api,
maka tatkala api itu menerangi sekelilingnya,
Allah menghilangkan cahaya (yang menerangi) mereka
dan membiarkan mereka dalam kegelapan
mereka tidak dapat melihat.
18.Shummum bukmun 'umyun fa hum laa yarji'uun.
18.(Mereka) tuli, bisu dan buta,
maka tidaklah mereka akan kembali
(ke jalan yang benar).
19.Au ka shayyibim minas samaa-i fiihi zhulumaatuw wa ra'duw wa barquy yaj'aluuna ashaabi'ahum fii aadzaanihim minash shawaa'iqi hadzaral mauti wallaahu muhiithum bil kaafiriin.
19.Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari
langit disertai gelap gulita,
guruh dan kilat; mereka menyumbat telinga mereka
dengan anak jarinya karena
(mendengar suara) petir sebab takut mati.
Dan Allah meliputi orang-orang kafir.
20.Yakaadul barqu yakhthafu abshaarahum kullamaa adhaa-a lahum masyau fiihi wa idzaa azhlama 'alaihim qaamuu wa lau syaa-
allaahu la dzahaba bi sam'ihim wa abshaarihim innallaaha 'alaa kulli syai-in qadiir.
20.Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka.
Setiap kali (kilat) itu menerangi mereka, berjalanlah
mereka di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa
mereka, mereka berhenti. Dan kalau Allah menghendaki
niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan
mereka. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Home Site Map my.TagTag
Terms of Use
TagTag.com