mobile? Track Anyone With Your Phone NOW!!!

tagtag.com/17tahun

Kebetulan sekolah sedang libur di bulan Oktober
ini, aku ( namaku Tris .) bersama Istri dan kedua
anakku (yang besar baru kelas I SD) berlibur ke Malang sambil mengunjungi
orang tua istriku. Rumah mertuaku bukannya dikota Malangnya tetapi agak
jauh di Desa diluar kota Malang yang masih terasa sejuk. Seperti kebiasaan
di desa, tetangga2 mertuaku masih termasuk keluarganya juga dan sisamping
kiri rumah mertuaku adalah keluarga adik perempuannya yang sudah mempunyai
anak 3 orang dan semuanya perempuan . Yang terbesar nama panggilannya Asih
dan masih duduk di kelas 3 SMU di desanya, yang kedua bernama Ami masih
kelas 1 di SMUnya Asih dan yang terkecil Ari masih duduk di kelas 2 SMP ,
sedang Bapaknya kerja di suatu PT di Surabaya yang hanya pulang ke desanya
setiap bulan habis gajian.
Yang kudengar dari mertuaku, ke 3 keponakannya itu walau tinggal di desa
tapi badung-badung dan susah di atur sampai2 Ibunya kewalahan. Kupikir
mungkin akibat Bapaknya nggak pernah ada di rumah sehingga nggak ada yang
disegani.
Untuk menyingkat cerita, baiklah kumulai saja kisah nyataku ini.
Ketika tahu aku dan keluargaku datang di desa, Ibunya Asih datang kepadaku
dan meminta tolong untuk memberi les kepada ke 3 anaknya terutama kepada
Asih, karena ujian akhir sedah dekat. Oh iya, mertuaku dan keluarganya tahu
kalau aku dulu kerja sebagai seorang Guru SLTA sebelum diterima kerja
disalah satu BUMN di Jakarta.
Naaak..Triiis, mumpung lagi libur disini, tolong yaaa Si Asih dan adik2nya
diberi les kata ibunya Asih sewaktu semua keluarga sedang ngobrol2. Asih
dan adik2nya langsung protes ke ibunya .Buuu .ibu ini gimana siiiih .kita
sedang libur .kok malah disuruh belajar ? Asiiih , teriak ibunya agak keras
.apa angka2 di raportmu sudah bagus ? Apalagi ujian sudah dekat ., kalau
hasil ujianmu jelek, bapakmu mana sanggup menyekolahkan kamu di Universitas
swasta, lanjut ibunya dengan sedikit ngotot.
Supaya nggak terjadi keributan, lalu aku berusaha menengahinya dengan
mengatakan Asiiiih ., Ibumu benar .ikut ujian UMPTN itu nggak gampang .Mas
Triis mau kok membantu Asih dan adik2 dan waktunya terserah saja, bisa
pagi, siang atau malam.
Kebetulan hari Selasa sore, Istriku dan ibunya pergi ke Kediri untuk
mengunjungi saudaranya yang sedang sakit dan mungkin akan menginap semalam.
Kira2 jam 9 malam ketika aku sudah siap akan tidur , Asih yang memakai baju
tidur tanpa lengan yang longgar dan belahan dadanya yang sangat rendah
datang memintaku untuk mengajari matematik. Lho .kok malam2 begini Sih .apa
nggak ngantuk nanti, kataku agak malas karena aku sendiri sudah mulai
ngantuk. Naah kata Mas Tris kemarin .terserah Asih soal waktunya kebetulan
lagi belum ngantuk nih Mas, jawabnya. Lalu Asih mengajakku kerumahnya dan
dia sudah menyaipkan buku2nya di meja makan. Lho ..kok sepi , tanyaku pada
Asih melihat rumahnya terasa sepi, kemana Ibu dan adik2 mu Siiih ? Sambil
duduk dikursi satu2nya di meja makan, Asih mengatakan kalau mereka sudah
tidur sejak tadi.
Lalu Asih mulai membuka bukunya dan menanyakan persoalan2 matematik yang
nggak dimengertinya dan aku menerangkannya sambil berdiri disamping kirinya
sambil sesekali kulirik belahan dadanya yang sangat jelas terlihat dari
atas. Teteknya nggak terlalu besar tapi terlihat menonjol tegang di balik
baju tidurnya yang berleher rendah itu. Dari pengamatanku beberapa saat
sewaktu Asih mengerjakan soal- soal matematik yang kuberikan, kelihatannya
dia nggak bodo bodo amat, mungkin karena bandel dan nggak pernah belajar
saja sehingga hasil raportnya jelek. Suatu saat ketika aku menuliskan
jawaban matematik yang ditanyakannya, secara nggak sengaja siku tangan
kananku menyenggol toketnya dan terasa empuk kenyal walaupun masih
terbungkus Bhnya. Asiiih , ma’af yaaa nggak sengaja, kataku basa-basi.
Eeeeh nggak nyangka kalau Asih malah berguman ..aaah sengaja juga .nggak pa
pa kok.. Maaas, katanya dengan tanpa menoleh. Nah kesempatan baik nih,
sambil menyelam minum air, sambil ngajarin siapa tahu dapat kesempatan
menggoda Asih yang kudengar bandel dan suka pacaran disekolahnya, pikirku.
Kembali Asih mengerjakan soal- soal yang kuberikan dan aku melihat apa yang
dikerjakannya dari belakang badan Asih dan sesekali kulongok belahan
dadanya yang membuat dadaku berdesir dan kepingin memegangnya serta membuat
celana pendek piyama yang kukenakan kelihatan menonjok akibat konttolku
sudah berdiri. Aku jadi melamun dan mencari jalan gimana cara memulainya
supaya bisa memegang toket Asih. Maaas, panggil Asih yang membuatku agak
tersentak dari lamunanku, kalau yang ini , gimana ngerjakannya ? kata Asih
yang agak menunduk mendekati kertas kerjaannya di meja makan. Lalu aku
membungkukkan badanku dari belakang sehingga badanku menepel di sandaran
kursi dan kepalaku ada dikanan bahu Asih sambil tangan kananku menjulur
kedepan diatas kertas kerjaan Asih dan menerangkan gimana cara mengerjakan
persoalan yang di tanyakan, dan Asih nggak berusaha menghindar dari
posisiku dalam menerangkan dan juga nggak berkomentar ketika beberapa kali
toketnya tersenggol tanganku sewaktu bergerak menerangkan di kertas
kerjaannya. Sudah mengerti Aaas , tanyaku setelah selesai menerangkan dan
suuuu daaah maaas, jawab Asih pelan dan aku angkat kepalaku menjauhi kepala
Asih sambil kukecup mesra leher Asih yang jenjang dan kulihat Asih agak
menggelinjang mungkin kegelian dengan kecupanku itu sambil berkata lirih
.aaaaaahhh .maaaas gee..niiit aahh nanti Asih kasih tahu Mbak Sri ( nama
panggilan Istriku) lho baru tahuuuu, menakut nakuti ku. Yaaa jangan dong
Aaas, bisa perang dunia..nanti, kataku dari belakang dan kulanjutkan kata2
rayuan gombalku ..haa biiiis, Asih maniiiis .dan body Asih menggairahkan
siiiih .sambil kembali kukecup lehernya. Lagi2 Asih menggelinjang dan lalu
melepaskan pinsil dari tangannya sambil berkata pelan seolah mendedah
..aaahh Maaas ..jaaa ngaaan .nanti ada yang tahuuuu. Karena nggak ada
tolakan yang berarti dan Asih nggak berusaha menghindar atau pergi, aku
semakin tambah berani dan kupegang kepalanya serta agak kuputar sedikit
kekanan lalu segera bibirnya kucium dalam2 dan nggak nyangka kalau Asih
malah membalas ciumanku dan tangannya dirangkulkan ke badanku. Karena dalam
posisi begini kurang enak, sambil masih tetap berciuman, lalu kuangkat Asih
berdiri dari duduknya dan kupeluk rapat2 badannya ke badanku. Setelah puas
kami berciuman, lalu kualihkan ciuman serta jilatanku ke arah leher Asih
dan kudengar Asih mulai berdesah aaaaahhh ..aaaah maaass .aaaaahhh
..maaaaas .jaaa..ngaaan disiniii ..nanti ketahuan .., mendengar desahan
yang cukup merangsang ini, aku semakin tidak dapat menahan nafsu berahiku
lalu tangankananku kugunakan untuk meremas-remas tetek Asih dari luar Bhnya
dan Asih kembali mendesah aaaaah ..maaas ..jaaa ngaaaan disiniii.
Asiiiih, kita ke kamar Asih sajaaa .yaaaa dan tanpa menuggu jawaban Asih,
kuangkat dan kubopong tubuh Asih sambil kutanya .kamar Asiiih yang mana..As
?
Di dee kaat ruang tamu maas, sambil kedua tangannya dirangkulkan ke
leherku. Rupanya kamar Asih terpisah jauh dari kamar2 lainnya dan sesampai
dikamarnya lalu kurebahkan Asih di tempat tidurnya dan langsung kupeluk dan
kembali kulumat bibirnya dan Asihpun meladeniku serta sepertinya sudah
berpengalaman.
Setelah puas kulumat bibirnya, kualihkan ciumanku kearah leher dan
telinganya serta tangan kananku kugunakan kembali untuk meremas-remas
toketnya sedangkan Asih hanya mengeluarkan desahan desahan. Sambil tetap
mencium leher, telinga dan seluruh wajahnya, aku mulai mencoba melepaskan
kancing2 baju tidur Asih dan setelah semua kancing terbuka, Asih mendesah
Maaas ..jangaaan .maaaas ..Jaa ngaaaan .. , katanya tapi tanpa adanya
penolakan atau menghentikan tanganku yang melepas kancing2 baju tidurnya.
Ketika kubuka kaitan Bh di punggungnya, Asih juga seperti nggak menolak
tetapi masih terdengar desahan suaranya..Maaas .jaaaa ngaaaan.. maaas
Setelah kaitan Bhnya terlepas segera kubuka Bhnya dan terlihat tetek Asih
yang nggak terlalu besar dengan puting susunya kecil kecoklatan, segera
saja kualihkan cuimanku dari leher langsung ke teteknya dan tangan kananku
kugunakan untuk mengelus elus memek Asih dari luar Cdnya. Seraya menggerak
gerakkan bagian dadanya dan kedua tangan Asih dirangkulkan kuat2 ke
badanku, desahan Asih semakin sering terdengar Maaaas maaaaas .aduuuuh
maaas .teruuuus maaas. Desahan desahan Asih semakin membuat kontokku
semakin tegang saja, dan setelah beberapa saat kuciumi serta kujilati
teteknya yang ranum itu, lalu keselusuri perut dan pusar Asih dengan ciuman
serta jilatanku dan kugunakan kedua tanganku untuk melepas Cdnya sehingga
memek Asih yang menggelembung diantara kedua pahanya dan hanya ditumbuhi
bulu2 hitam yang tipis terlihat jelas. Ketika jilatanku sudah mendekati
bibir memeknya, secara perlahan lahan Asih membukakan kedua kakinya dan
tercium aroma khas memek. Aku sudah nggak sabar, lalu kujilat bibir
memeknya yang agak terbuka dan kurasakan tubuh Asih menggelinjang kuat
sambil mendesah agak kuat Maaaaas .aduuuuh .maaaaas .sudaaaah maaaaas,
sambil menekan kepalaku agak keras dengan kedua tangannya sehingga mulut
dan hidungku terbenam dalam memeknya dan basah oleh cairan yang keluar dari
memeknya. Lalu kuhisap isap bagian itilnya yang membuat Asih semakin sering
menggelijang dan kuat desahannya Maaaaas .maaaas teruuuuus ..maaaas dan
ketika bibir memek Asih kubuka dengan jari2 tanganku, kulihat lubang
vaginanya sudah mempunyai lubang yang agak besar dan sambil tetap menjilati
memeknya aku segera berkesimpulan kalau Asih sudah nggak gadis lagi dan
mungkin sudah beberapa kali vaginanya di masuki kontol orang lain. Jilatan2
serta sedotan2 ku sudah keseluruh memek Asih dan pinggulnya semakin kuat
pergerakannya serta kudengar desahan kuat Asih lagi..Maaaaaas ..maaaas .
Asiiiihh .. nggaaak..kuaaaaat .laggiiiiiiii .maaaas ..aaaaahhhhhh, sambil
tangannya menekan kuat2 kepalaku cukup lama dan pinggulnya kelojotan dengan
cepat, tapi nggak lama kemudian Asih terdiam dan yang kudengar hanya
nafasnya yang terengah engah dengan kuat. Setelah kudengar nafasnya mulai
agak teratur, kurasakan kedua tangannya berusaha menarik pelan kepalaku
keatas, lalu aku merangkak diatas badan Asih dan kupegang kepalanya sambil
kuciumi seluruh wajahnya dengan mulut dan hidungku yang masih basah oleh
cairan memek Asih. Sambil mencium lehernya, lalu kutanyakan apa yang ada
dalam pikiranku tadi Asiiiiiih , Asih sebelumnya sudah..pernah..seper ti
ini..yaaaaa ? Dan seperti kuduga Asih menjawab pelan . Sudaaah Maaas
.dengan pacar Asih ..tapi nggak seperti sekarang ini pacar Asih..maunya
cepat cepat dan setelah diam sesaat Asih melanjutkan kata2nya Maas, tapi
jangan kasih tahu Ibu yaaaa ? Aku hanya mencium bibirnya dan kujawab
singkat Nggaaak .akan..doooong Aaaaas dan kembali kucuimi wajahnya.
Aaaaas, boleeeh .sekarang..mas masukin ? kataku setelah diam sesaat, Asih
tidak segera menjawab tetapi kurasakan kedua kakinya digeser membuka.
Karena tidak ada jawaban, lalu kupegang batang kontolku dan kuarahkan ke
lobang memek Asih serta pelan pelan kutekankan kelobangnya. Walaupun memek
Asih masih basah dengan cairannya, kurasakan masuknya kontolku kedalam
memek Asih agak susah sehingga kuperhatikan wajah Asih seperti menahan rasa
sakit dan terpaksa tekanan kontolku kutahan. Melihat wajahnya sudah biasa
dan kurasakan tangan Asih yang berada dipungungku menekan pelan2, lalu
kembali kontolku kutekan pelan2 dan tiba2 kontolku seperti terperosok
kedalam lobang bbleeeeeeesssss .serta kudengar Asih berteriak kecil
..aaaaaaaachhhh ..maas tahaaaaaan .sambil menahan pinggulku.
Setelah diam beberapa saat, kudengar kembali Asih berkata pelan Maaas ..
jangaaan dalam dalaaaam ..yaaaaa maas, Asiiih .takut sakiiit ..
Agar supaya Asih nggak kesakitan, lalu kuikuti pesan Asih dan aku mulai
menarik kotolku pelan2 dari dalam memeknya dan menekan kembali pelan2 serta
kubatasi tekanan masuknya kontolku itu seperti pertama kali masuk kira
sepertiga panjang kontolku. Setelah beberapa kali keluar masuk, kurasakan
kontolku mulai lancar keluar masuk memek Asih dan kuperhatikan wajah Asih
sudah biasa dan tidak sedang menahan sakit, malahan sewaktu aku menahan
pinggulku agar kontolku jangan masuk terlalu dalam, ternyata sekarang Asih
menaikkan pinggulnya dan tetap menekankan kedua tangannya di pinggulku.
Karena sudah ada tanda ini, lalu kukocokkan kontolku keluar masuk memek
Asih pelan2 lebih dalam, dan terus lebih dalam lagi dan terus sampai
akhirnya kontolku bisa masuk semuanya kedalam memek Asih dan setiap kali
kontolku masuk semua kedalam memeknya dan terasa sampai mentok di memek
Asih, kudengar Asih berdesah ..Aaaahhhhh maaaas, berulang ulang.
Karena sudah kuanggap lancar dan nggak ada keluhan dari Asih, sambil
kuciumi wajah dan bibir Asih, lalu kupercepat kocokan keluar masuk kontolku
di memeknya dan akibat sangat terasanya gesekan gesekan di memeknya yang
terasa sempit itu, membuatku nggak sadar berdesah .sssssshhhhh ssssssshhhh
. enaaaaak aaaaasss .aaaaaacccrhhhhh.., sedangkan Asih yang mungkin sudah
begitu terangsang memeknya akibat keluar masuknya kontolku dan kadang2
sampai mentok di ujung vaginanya, gerakan pinggulnya semakin cepat dan
nggak teratur serta kuku jari tangannya mencengkeram kuat di pinggangku
sambil sering kudengar desah nya Maaaas . teruuuuus maaaas .. enaaaaak ..
aaaaahhhhh . sssshhhhh . enaaaak maaas. Tidak terlalu lama kemudian gerakan
pinggul Asih semakin liar, pelukan dan cengkeraman kukunya semakin sering
dan nafasnya juga sudah semakin cepat dan tiba2 Asih berseru agak keras dan
mudah2 an nggak sampai terdengar di kamar Ibu atau adik2nya .Maaaas
..maaaas asiiiiih ..suuuu daaaah ngaaaak . kuaaaat .maaaas ..aduuuhhh Maaas
..asiiiih ..sekaraaaaang ..aduuuh .keluaaaaaaaar .aaaaaacccrhhhhhh .serta
badannya seperti kejang kejang, dan kubantu orgasme Asih dengan memeluknya
kuat2 serta kupercepat kocokan keluar masuk kontolku didalam memeknya
sambil kubisiki .Asiiiihh ..teruuuuskan saaa yaaang .teruuuskaaan
.sampaiiii asiiih puaaaaas, tapi bersamaan berhentinya seruan Asih saat
orgasme, kulihat sekelebat wajah perempuan entah Ami atau Ari menutup
korden kamar Asih lalu berjingkat pergi dan Asih kelihatannya nggak tahu
dan akupun nggak akan ngasih tahu. Nggak lama kemudian Asih terdiam dengan
nafasnya yang tersengal sengal dan menciumi seluruh wajahku serta
membisikiku Maaaas ..,maaaas..hebaaaat .Asiiiih .baru bisaaaa..puaaaas
sekarang dan asiiihh .capeeeek .bangeeet maaas.
Karena mendengar Asih mengatakan capek, aku jadi nggak tega lalu aku bilang
Assiiih, kalau asih capek ..istirahat saja duluuuuu .Mas cabut dulu
yaaa..punya Mas ? Aaaaaahh ..biaaarkan sajaaa..duluuu maaas , maaskan belum
keluaaar, jawab Asih tenang sambil mencium wajahku. Kulihat nafas Asih
sudah normal kembali dan kedua tangannya di usap usapkan dipunggungku
sambil masih tetap menciumi wajahku dan kurasa ini sebagai tanda bahwa Asih
sudah siap lagi, lalu pelan2 aku mulai menggerakkan pinggulku lagi sehingga
kontolku mulai keluar masuk memeknya yang semakin basah sambil kusedot
sedot salah satu puting susunya dan terdengar jelas bunyi ..crrrrooooott
crrroooot pada saat kontolku masuk kedalam dan Asih masih diam saja mungkin
sedang menikmati enaknya dinding memeknya digesek- gesek kontolku. Makin
lama kocokan kontolku makin kupercepat dan sekarang terasa Asih sudah
menggerakkan pinggulnya sehingga kontolku terasa semakin enak sehingga
tanpa sadar aku mendesis Aaasiiih .enaaaak .aaaaas aduuuuh enaaaaak aaas
dan hampir bersamaan Asih pun mulai mendesah Maaaas..Asiiiih jugaaaa maaas
teruuuuus maaaas .aduuuuh..enaaaak maaaas. Gerakan kontolku keluar masuk
semakin kupercepat dan terasa pejuku sudah diambang pintu mau keluar dan
kucoba menahannya sambil kutanyakan Asiiiih .maas sudaaah nggaaak..kuaaaat
. keluarkannya dimanaaaa Aaas ? Maaas , biariiin didalam..maaas .asiiih
pingin disemprot..maaaas .ayoooo sama samaaa . maaas ayoooo sekaraaang
..maaas dan aku berseru agak keras aaaaaccrhhh .aaaaahhhhh .. Maas
keluaaaar .. aaaaaaacccrhhhhhh sambil kupererat pelukan dan kontolku
kutekan dalam dalam ke memeknya dan hampir bersamaan Asih pun berteriak
cukup keras Maaaas aaaaaaacrhhhh .maaaas ..Asiiih .keluaaaaar ..sambil
menggerakkan pinggulnya secara liar. Setelah itu kami sama2 terdiam tapi
dengan nafas yang tersengal-sengal dan segera kubabut kontolku dari dalam
memek Asih dan langsung kupakai celanaku tanpa me- lap lagi dan kubilang
Asiiih .maas..pulang kesebelah dulu yaaaa ..takut dicariin


Home Site Map my.TagTag

Terms of Use
TagTag.com